Senin, 10 November 2014

sepenggal cerita tentang "Hujan"

Sore ini aku terjebak di derasnya hujan. Kereta yang ku tumpangi-pun sampai di stasiun tujuanku, aku turun dengan perlahan sembari melebarkan payung yang selalu aku bawa kemanapun aku pergi. Aku melihat semua orang sibuk berlarian menyelamatkan diri, terutama mereka yang tidak membawa payung, jas hujan, dan penyelamat lainnya.

Pintu keluar masuk stasiun-pun semakin ramai akibat kian derasnya hujan, belum lagi gemuruh petir yang menggelegar. Ku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku pulang ke rumah, dengan menerobos derasnya hujan. Aku mendudukan diriku sembari menunggu hujan hingga sedikit reda. Seiring bergilir datangnya kereta, stasiun-pun kian ramai. Banyak yang lebih memilih menunggu hingga hujan sedikit reda, namun ada juga yang nekat untuk melanjutkan perjalanannya.
Berdiam diri dengan derasnya hujan seperti ini, membuatku terhanyut. I’m very very very love rain so muuucchhh, disaat kebanyakan orang merutuki datangnya hujan, aku justru begitu senang jika hujan datang. Hujan membuatku tenang, membuat hati dan pikiranku menjadi lebih jernih. Banyak kenangan di hidupku yang terlukis ketika datangnya Hujan, dari sekian banyak kenangan yang tercipta, ada salah satu kenangan yang melintas begitu saja di pikiranku. Kenangan hampir 1 tahun yang lalu.

Kenanganku bersama seseorang. Yap, tepat tanggal 11 november besok kenangan itu tepat 1 tahun sudah. Apa yang ku lihat saat ini adalah hujan, sama seperti ketika aku berada di dekatnya. Aku tak tau ini hanyalah sebuah kebetulan, factor cuaca, atau factor yang lainnya..tapi ketika aku sedang bersamanya, tak lama hujan-pun menghampiri. Hingga suatu sore yang cerah ketika kami sedang berada di lobby sekolah-pun, awan masih dapat menitikan air begitu derasnya. Apakah semua ini adalah sebuah kebetulan? Apakah sebuah kebetulan datangnya bisa terlalu sering? Atau semua ini ada artinya? Pertanyaan inilah yang hingga saat ini belum dapat aku tebak sendiri.
Kembali teringat ketika tepat tanggal 11 itulah, dia menyatakan perasaannya padaku.
“would you be my girlfriend?” and I said “yes”. Dan ketika hari itupun hujan sedang turun dengan derasnya. Begitu banyak kenangan yang tercipta bersamanya dengan di temani datangnya hujan, aku-pun merasa begitu bahagia. Betapa aku begitu menyayangi sosoknya.
Namun akhirnya kami harus berpisah, walau di benakku tidak rela untuk melepaskan semuanya. Dan tak terasa besok adalah hari jadi kami ke 1 Tahun yang tertunda, apakah ia masih ingat? mungkinkah kini ia tengah memikirkan hal yang sama denganku? Ha ha ha, terlalu impossible.
Hey heeeeyy, what time is it? Tak terasa hari semakin sore, hujan-pun tak kunjung menandakan bahwa ia akan segera berhenti. Aku bergegas untuk menembus hujan deras ini, aku tak ingin bila harus sampai rumah terlalu sore. Hujan ini tak main-main, terbukti dari genangan air yang kian meninggi dimana-mana.
Perjalananku berlanjut menggunakan angkutan umum, membuatku malah terhanyut kembali. Ingin rasanya aku memejamkan mata dan menyandarkan sebentar saja kepala ini seperti yang pernah ku lakukan ketika bersamanya dulu. Rasa nyaman itu masih dapat aku ingat dan rasakan. Saat itu, seolah dia-lah seseorang yang dapat menjadi sandaranku sejenak, dan menjadi pelindungku dari orang-orang sekitar. Tapi aku harus menyadari bahwa itu semua kini telah menjadi sebuah kenangan, kenangan yang bukan sebuah masalah untuk masih dapat diingat namun akan menjadi masalah jika mengharapkan kenangan itu akan terulang kembali.
Semua kenangan bersamanya memang tak semuanya indah, ada pula sesuatu yang membuatku begitu terluka karena dirinya. Tapi aku harus bisa memaafkan dan mengikhlaskan semuanya..

Hujan telah merekam berbagai macam kenangan yang begitu indah, dan menyedihkan sekalipun dalam hidupku. Aku terlalu mencintai datangnya hujan, selain karena hujan adalah salah satu rezeki dari Tuhan yang patut di syukuri, namun jugandatangnya hujan membuatku merasakan adanya suatu kebahagiaan tersendiri. Tak menjadi masalah sepahit apapun kenangan yang ikut terlukis, tak menjadi masalah jika kenangan pahit itu harus teringat kembali ketika datangnya hujan. Karena bagaimanapun, aku takkan membenci datangnya hujan :)