Sabtu, 28 November 2015

Again?



Dia. Namanya yang akhir-akhir ini selalu ku sebut dalam do’a, memang belum tentu akan menjadi jodohku kelak. aku-pun baru mengenalnya beberapa bulan terakhir, disaat seperti ini-pun aku baru saja sembuh dari sakit hatiku yang lalu. Entah darimana asalnya aku berani jatuh hati kembali, sedangkan aku sadar betul sulitnya bangkit dari yang namanya patah hati. tapi apa salahnya aku berharap kembali, ketika harapanku saat ini dalam batas kewajaran. Ketika kini aku berharap bukan kepada dia yang kusebut namanya dalam do’a, tapi pada Dia yang menciptakannya. Bukankah ketika kita meminta sesuatu harus mendapatkan izin yang memilikinya terlebih dahulu?
Memang tak mudah tetap Istiqomah dengan pilihan. Tapi ketika keyakinan itu datang, semua takkan terasa sia-sia. Sebanyak apapun kekurangannya, jika kita sudah yakin dengan pilihan itu maka kekurangan bukanlah alasan untuk pergi begitu mudah. Kebanyakan orang bilang “cinta itu buta. Ketika kamu sedang jatuh cinta, seburuk apapun yang sedang ia perbuat tak ada jeleknya dimatamu” atau yang lebih familiar adalah “jatuh cinta itu bagai tai kucing yang  terasa seperti coklat”. Bukan, In shaa Allah aku bukan seperti itu. Apa alasannya?
Alasannya adalah karena aku memiliki keyakinan bahwa dia yang menjadi pilihanku saat ini sebetulnya adalah pribadi yang baik, walaupun saat ini sikap, sifat, kelakuan dan agamanya 'mungkin' masih kurang. Tapi bukan berati aku lebih baik pula darinya, aku-pun sama masih jauh dari kata “Lebih Baik”. terkadang aku masih melakukan banyak kesalahan/keburukan/kekhilaf-an, dan kini aku sedang dalam proses memperbaikinya. Nah, begitupun dia. Aku yakin, walaupun dia yang menjadi pilihanku saat ini masih memiliki perilaku dan agamanya yang mungkin masih kurang, tapi dia pasti akan berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi. In shaa Allah.
Keyakinan itulah yang menjadi salah satu alasan untuk aku tetap bertahan. Karena manusia butuh proses, dan aku yakin dia memiliki tekad untuk menjadi sosok pribadi yang lebih baik lagi. Dengan begitu, aku-pun berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik pula, agar setidaknya (jika memang berjodoh) kami bisa menjadi pantas untuk bersanding. In shaa Allah. Bukankah, orang baik akan disandingkan dengan yang baik pula?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar