Sore ini aku terjebak di
derasnya hujan. Kereta yang ku tumpangi-pun sampai di stasiun tujuanku, aku
turun dengan perlahan sembari melebarkan payung yang selalu aku bawa kemanapun
aku pergi. Aku melihat semua orang sibuk berlarian menyelamatkan diri, terutama
mereka yang tidak membawa payung, jas hujan, dan penyelamat lainnya.
Pintu keluar masuk
stasiun-pun semakin ramai akibat kian derasnya hujan, belum lagi gemuruh petir
yang menggelegar. Ku urungkan niatku untuk melanjutkan perjalananku pulang ke
rumah, dengan menerobos derasnya hujan. Aku mendudukan diriku sembari menunggu
hujan hingga sedikit reda. Seiring bergilir datangnya kereta, stasiun-pun kian
ramai. Banyak yang lebih memilih menunggu hingga hujan sedikit reda, namun ada
juga yang nekat untuk melanjutkan perjalanannya.
Berdiam diri dengan
derasnya hujan seperti ini, membuatku terhanyut. I’m very very very love rain
so muuucchhh, disaat kebanyakan orang merutuki datangnya hujan, aku justru
begitu senang jika hujan datang. Hujan membuatku tenang, membuat hati dan
pikiranku menjadi lebih jernih. Banyak kenangan di hidupku yang terlukis ketika
datangnya Hujan, dari sekian banyak kenangan yang tercipta, ada salah satu
kenangan yang melintas begitu saja di pikiranku. Kenangan hampir 1 tahun yang
lalu.
Kenanganku bersama
seseorang. Yap, tepat tanggal 11 november besok kenangan itu tepat 1 tahun
sudah. Apa yang ku lihat saat ini adalah hujan, sama seperti ketika aku berada
di dekatnya. Aku tak tau ini hanyalah sebuah kebetulan, factor cuaca, atau
factor yang lainnya..tapi ketika aku sedang bersamanya, tak lama hujan-pun
menghampiri. Hingga suatu sore yang cerah ketika kami sedang berada di lobby
sekolah-pun, awan masih dapat menitikan air begitu derasnya. Apakah semua ini
adalah sebuah kebetulan? Apakah sebuah kebetulan datangnya bisa terlalu sering?
Atau semua ini ada artinya? Pertanyaan inilah yang hingga saat ini belum dapat
aku tebak sendiri.
Kembali teringat ketika
tepat tanggal 11 itulah, dia menyatakan perasaannya padaku.
“would you be my girlfriend?”
and I said “yes”. Dan ketika hari itupun hujan sedang turun dengan derasnya. Begitu
banyak kenangan yang tercipta bersamanya dengan di temani datangnya hujan,
aku-pun merasa begitu bahagia. Betapa aku begitu menyayangi sosoknya.
Namun akhirnya kami harus
berpisah, walau di benakku tidak rela untuk melepaskan semuanya. Dan tak terasa
besok adalah hari jadi kami ke 1 Tahun yang tertunda, apakah ia masih ingat?
mungkinkah kini ia tengah memikirkan hal yang sama denganku? Ha ha ha, terlalu
impossible.
Hey heeeeyy, what time is
it? Tak terasa hari semakin sore, hujan-pun tak kunjung menandakan bahwa ia
akan segera berhenti. Aku bergegas untuk menembus hujan deras ini, aku tak
ingin bila harus sampai rumah terlalu sore. Hujan ini tak main-main, terbukti
dari genangan air yang kian meninggi dimana-mana.
Perjalananku berlanjut
menggunakan angkutan umum, membuatku malah terhanyut kembali. Ingin rasanya aku
memejamkan mata dan menyandarkan sebentar saja kepala ini seperti yang pernah
ku lakukan ketika bersamanya dulu. Rasa nyaman itu masih dapat aku ingat dan
rasakan. Saat itu, seolah dia-lah seseorang yang dapat menjadi sandaranku
sejenak, dan menjadi pelindungku dari orang-orang sekitar. Tapi aku harus
menyadari bahwa itu semua kini telah menjadi sebuah kenangan, kenangan yang
bukan sebuah masalah untuk masih dapat diingat namun akan menjadi masalah jika
mengharapkan kenangan itu akan terulang kembali.
Semua kenangan bersamanya memang
tak semuanya indah, ada pula sesuatu yang membuatku begitu terluka karena
dirinya. Tapi aku harus bisa memaafkan dan mengikhlaskan semuanya..
Hujan telah merekam
berbagai macam kenangan yang begitu indah, dan menyedihkan sekalipun dalam
hidupku. Aku terlalu mencintai datangnya hujan, selain karena hujan adalah
salah satu rezeki dari Tuhan yang patut di syukuri, namun jugandatangnya hujan
membuatku merasakan adanya suatu kebahagiaan tersendiri. Tak menjadi masalah
sepahit apapun kenangan yang ikut terlukis, tak menjadi masalah jika kenangan
pahit itu harus teringat kembali ketika datangnya hujan. Karena bagaimanapun,
aku takkan membenci datangnya hujan :)