Sabtu, 27 September 2014

Segelas Air. Memabukkan? or Menyakitkan?



Ketika seorang laki-laki telah tega membuat hatiku terluka, namun kini kau datang sebagai sosok laki-laki lain dengan membawa sebuah gelas berisi air yang kau sebut itu sebuah “cinta dan kasih sayang”. Dan kau menawarkan gelas berisi itu padaku, pada hatiku.
Entah apa air dari gelas yang kau sebut “cinta dan kasih sayang” itu, karna ucapan dan kenyataan terkadang bertolak belakang.

Apakah air itu akan terasa menyakitkan bila tumpah pada hati yang terluka ini?
Atau, air itu justru dapat menyembuhkan secara perlahan untuk hati ini?

Jelas tak mudah untuk aku menerima gelas berisi yang kau tawarkan untuk hatiku itu. Karena kondisi hati ini yang kini tengah terluka, dan tengah ku obati sendiri dengan susah payah, sanggupkah aku menerima jika gelas berisi yang kau sebut “cinta dan kasih sayang” itu ternyata berisi air yang justru membuat luka ini semakin parah? Sanggupkah?
Sungguh, tentu aku takkan melakukannya jika itu dapat membuat hatiku semakin terluka.
Karna aku sayang diriku..
Karna hati ini, bukan untuk di sakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar