Sabtu, 27 September 2014

Segelas Air. Memabukkan? or Menyakitkan?



Ketika seorang laki-laki telah tega membuat hatiku terluka, namun kini kau datang sebagai sosok laki-laki lain dengan membawa sebuah gelas berisi air yang kau sebut itu sebuah “cinta dan kasih sayang”. Dan kau menawarkan gelas berisi itu padaku, pada hatiku.
Entah apa air dari gelas yang kau sebut “cinta dan kasih sayang” itu, karna ucapan dan kenyataan terkadang bertolak belakang.

Apakah air itu akan terasa menyakitkan bila tumpah pada hati yang terluka ini?
Atau, air itu justru dapat menyembuhkan secara perlahan untuk hati ini?

Jelas tak mudah untuk aku menerima gelas berisi yang kau tawarkan untuk hatiku itu. Karena kondisi hati ini yang kini tengah terluka, dan tengah ku obati sendiri dengan susah payah, sanggupkah aku menerima jika gelas berisi yang kau sebut “cinta dan kasih sayang” itu ternyata berisi air yang justru membuat luka ini semakin parah? Sanggupkah?
Sungguh, tentu aku takkan melakukannya jika itu dapat membuat hatiku semakin terluka.
Karna aku sayang diriku..
Karna hati ini, bukan untuk di sakiti.

Jumat, 19 September 2014

Bukanlah segalanya

Berakhir denganmu bukanlah segalanya. Aku harus tetap melanjutkan hidupku dengan semangat yang lebih dibanding ketika bersamamu.
Sedih yang berkepanjangan takkan membuat hidupku berjalan lebih baik. Kegagalan ketika bersamamu kan ku jadikan cerminan dan sebuah pelajaran hidup yang berharga agar tak terulang kembali ketika aku akan menjalin hubungan dengan seseorang yang lain, yang lebih baik darimu. Ya, karna Allah mengambil sesuatu karena kita pantas untuk mendapatkan yang lebih baik.
Pepatah mengatakan bahwa “sahabat bisa menjadi cinta, namun cinta jarang ada yang menjadi sahabat”. Berakhir hubungan sebenarnya bukanlah berakhir segalanya, tapi silahturahmi haruslah tetap berjalan. Jika sebaliknya, hubungan yang berakhir dan menjadi acuh tak acuh/kembali saling tak pernah mengenal, itu bukti bahwa mereka belum berfikir secara dewasa.

Selasa, 16 September 2014

kegalauan menuju pendewasaan





Kini aku tengah bingung memikirkan kemana kaki ini akan melangkah. Ketika kenyataan setelah lulus SMA/SMK tak seindah dan semudah yang di harapkan. Berulangkali menelan pahitnya kegagalan, menyisakan kesedihan yang dirasa. Menimbulkan rasa sedikit iri pada mereka yang tadinya sama-sama berjuang kini ada di depanmu karna lebih dulu berhasil. Tapi aku tak mau terus larut dalam kesedihan dan rasa iri, aku harus tetap semangat. Ya, tetap semangat. Karena masih banyak jalan menuju roma. Dan aku yakin, ada hal yang lebih indah untuk masa depanku yang Allah akan berikan di waktu yang tepat. Aku hanya perlu untuk terus semangat berusaha dan berdo’a.
Bisa saja dengan cepat dan mudahnya nanti aku mengejar mereka yang lebih dulu berhasil, atau aku yang akan lebih dulu berhasil dari mereka yang mendahuluiku? Walahualam. Tapi memang tak ada yang tak mungkin.

Senin, 08 September 2014

love secret?



Dia memang tampan, pintar bergaul, dan terlihat seperti sosok laki-laki yang sangat berwibawa. Dia sosok yang terlihat sempurna. Di mataku. Atau di mata para wanita lain. Dia adalah sosok laki-laki yang dulu pernah ku cintai, namun tak pernah ku sampaikan. Mungkin bisa disebut ‘cinta dalam diam’? mungkin. Awalnya tak seorangpun yang tau bahwa aku mencintainya, karna entah mengapa aku tak ingin orang lain tau. namun aku tetap lah remaja yang masih membutuhkan nasehat, sehingga akhirnya ku ceritakan namun hanya pada sahabat dan teman terdekatku. Kurasa sudah cukup untuk penantian selama hampir 3 tahun lamanya ini :’), aku menangis-nangis karenanya, sesak dan sedih karenanya, kurasa cukup. tetapi bukan berarti karena aku putus asa dan menyerah. Ku akui memang tidak mudah untuk melupakan seseorang yang sudah kita nanti-nanti hampir 3 tahun lamanya, tapi kalau aku terus terpuruk dengan cinta yang tidak memberikan kepastian, tetap tidak berusaha menghilangkan rasa itu, aku-pun harus berpikir bahwa..

Dia mungkin memang sosok yang terlihat sempurna, tapi nyatanya dia tidak benar-benar terlihat sempurna lagi jika hatinya tidak untuk kita.
Dia mungkin memang sosok yang terlihat sempurna, tapi belum tentu dia mau berkorban untuk kita seperti seseorang yang benar-benar mencintai kita.
Dia mungkin memang sosok yang terlihat sempurna, tapi belum tentu dia akan membalas perasaanmu..jangankan membalas, cukup peka akan perasaan kita saja rasanya masih menjadi tanda tanya besar :’)

Masa lalu adalah sebuah pembelajaran, maka dari itu aku belajar dari pengalamanku. Dari cinta 3 tahunku. Yang telah mengajarkanku tentang pahit dan manisnya cinta yang aku simpulkan sendiri. karna hingga kini, dia-pun tak mengetahui perasaan yang telah terpendam selama hampir 3 tahun ini.