Ketika seorang laki-laki
telah tega membuat hatiku terluka, namun kini kau datang sebagai sosok
laki-laki lain dengan membawa sebuah gelas berisi air yang kau sebut itu sebuah
“cinta dan kasih sayang”. Dan kau menawarkan gelas berisi itu padaku, pada hatiku.
Entah apa air dari gelas
yang kau sebut “cinta dan kasih sayang” itu, karna ucapan dan kenyataan
terkadang bertolak belakang.
Apakah air itu akan terasa
menyakitkan bila tumpah pada hati yang terluka ini?
Atau, air itu justru dapat
menyembuhkan secara perlahan untuk hati ini?
Jelas tak mudah untuk aku
menerima gelas berisi yang kau tawarkan untuk hatiku itu. Karena kondisi hati
ini yang kini tengah terluka, dan tengah ku obati sendiri dengan susah payah,
sanggupkah aku menerima jika gelas berisi yang kau sebut “cinta dan kasih
sayang” itu ternyata berisi air yang justru membuat luka ini semakin parah?
Sanggupkah?
Sungguh, tentu aku takkan
melakukannya jika itu dapat membuat hatiku semakin terluka.
Karna aku sayang diriku..
Karna hati ini, bukan untuk
di sakiti.