SOFTSKILL KOMUNIKASI BISNIS
Nama :
Setiana Putri Wulandari
NPM :
1C214761
Kelas :
4EA08
Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah
makhluk sosial dan memerlukan interaksi dengan orang lain. Tanpa disadari
setiap hari setiap manusia banyak melakukan interaksi dalam bentuk komunikasi
dengan sejumlah orang dan dalam berbagai cara. Bertutur sapa, bertelepon,
berwawancara, berdiskusi dan surat menyurat. Itu semua termasuk ke dalam
aktivitas yang tidak terlepas dari kehidupan sehari – hari.
Komunikasi secara umum merupakan
suatu proses penyampaian – penerimaan pesan antar dua orang atau lebih. Pesan
yang disampaikan dapat berupa komunikasi lisan, komunukasi tulisan, komunikasi
verbal, komunikasi non verbal. Komunikasi tulisan suatu proses penyampaian
pesan komunikasi dengan menggunakan kata-kata dalam bentuk tulisan yang memilki
makna tertentu. Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi tulisan adalah kegiatan
komunikasi yang menggunakan sarana tulisan yang dapat menggambarkan atau
mewakili komunikasi lisan termasuk kedalamnya adalah menulis dan membaca.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas maka didapatkan beberapa rumusan masalah antara lain:
1) Bagaimana
penulisan kabar atau berita?
2) Bagaimana
penulisan pesan-pesan persuasive?
3) Apa
yang dimaksud kospondensi (surat menyurat)?
1.3 Tujuan
Paper ini
bertujuan untuk:
1) Memberikan
penjelasan mengenai penulisan kabar atau berita.
2)
Memberikan penjelasan mengenai penulisan
pesan-pesan persuasive.
3)
Memberikan penjelasan mengenai korespondensi
(surat menyurat).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penulisan Kabar atau Berita
A. Nilai
Berita (News Values)
Sumber
berita adalah peristiwa atau kejadian. Namun, tidak semua peristiwa layak jadi
berita atau diberitakan di media.
Wartawan memiliki
parameter untuk memilih peristiwa mana yang layak diberitakan, yakni nilai
berita (news values).
Dalam literatur
jurnalistik kita menemukan nilai berita sebagai berikut:
1) Magnitude.
Pengaruh peristiwa bagi publik.
2) Significance.
Penting tidaknya bagi publik.
3) Actuality.
Hangat, akan, sedang, atau baru terjadi.
4) Proximity.
Kedekatan secara geografis dan psikologis dengan pembaca.
5) Prominence.
Popularitas, keterkemukaan, atau ketokohan orang yang terlibat dalam peristiwa.
6) Human
Interest. Menyentuh perasaan kemanusiaan khalayak.
7) Unique.
Keanehan, ketidaklaziman.
8) Conflict. Bentrokan,
perang, gelut, dll.
B. Unsur
Berita
Peristiwa
yang bernilai berita kemudian disusun dalam sebuah laporan (naskah berita) dengan
memasukkan unsur 5W+1H
· WHO.
Siapa yang terlibat; pelaku, korban, saksi, dll.
· WHAT.
Apa yang terjadi, jenis peristiwa/acara.
· WHEN.
Kapan – Waktu peristiwa berlangsung.
· WHERE.
Tempat – di mana peristiwa terjadi.
· WHY.
Kenapa terjadi – penyeba, tujuan, latar belakang, motif.
· HOW.
Bagaimana kejadiannya – detail peristiwa, kronologis, suasana.
C. Jenis-Jenis Berita
Jenis-jenis
berita cukup banyak. Terpopuler atau paling banyak digunakan wartawan dan
ditemui di media:
·
Straight News –berita langsung, apa
adanya, singkat dan lugas.
·
Depth News –berita mendalam, lebih
lengkap dari berita straight news, dengan penambahan latar belakang, pendapat,
data pendukung.
·
Oinion News. Berita Opini, yaitu berita
yang berisi pendapat, komentar, penilaian, atau pidato pejabat, tokoh, ahli, mengenai sesuatu masalah atau
peristiwa.
D. Bahasa
Berita: Bahasa Jurnalistik
Peristiwa
yang bernilai berita disusun dalam naskah berita dengan menggunakan gaya bahasa
jurnalistik, bahasa media, atau bahasa pers.
Bahasa jurnalistik
memiliki karakteristik ringkas dan lugas (to the point), tidak
berbunga-bunga atau bertele-tele.
E. Struktur
Naskah Berita
Naskah
berita terdiri dari:
1. Judul
(Head/Headline)
2. Baris
Tanggal (Dateline)
3. Teras
(Lead)
4. Isi
(Body)
2.2 Penulisan Pesan-pesan Persuasive
Persuasi
merupakan suatu usaha mengubah sikap, kepercayaan atau tindakan audiens untuk mencapai
suatu tujuan. Secara sederhana, persuasi yang efektif adalah kemampuan untuk
menyampaiakan suatu pesan di dalam suatu cara yang membuat audiens (pembaca
atau pendengar) merasa mempunyai pilihan dan membuat mereka setuju.
Meskipun
kebanyakan pesan-pesan bisnis adalah rutin, namun dalam beberapa situasi
tertentu diperlukan pesan yang didesain untuk memotivasi atau memberi persuasi
kepada orang lain. Penyampaian pesan ini tidak hanya digunakan untuk
kepentingan internal organisasi namun dapat pula digunakan untuk kepentingan
eksternal organisasi seperti permintaan atau informasi yang bersifat
menyenangkan, atau kegiatan untuk mendapatkan dana dan kerjasama.
Pesan-pesan
persuasif bertujuan untuk mempengaruhi audiens yang cenderung mempertahankan ide
atau gagasannya. Pesan-pesan persuasif umumnya lebih lama, lebih rinci, dan
tergantung pada perencanaan strategis yang cukup ketat.
Adapun
langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menuliskan pesan-pesan persuasif
antara lain:
a. Analisis Audiens
Penyampaian pesan-pesan persuasif yang terbaik adalah dengan
cara menhubungkan suatu pesan dengan minat dan hasrat audiens. Untuk
mengakomodasi perbedaan individual, maka perlu menganalisis audiens dan
kemudian menyusun suatu pesan yang dapat menjadi daya tarik bagi kebutuhan
mereka. Cara yang paling mudah dalam menilai kebutuhan audiens adalah dengan
berpedoman pada teori kebutuhan dari Maslow yang menyatakan bahwasanya manusia
memiliki lima kebutuhan yang sifatnya berjenjang. Dimana tiap-tiap kebutuhan
memiliki kualitas atau tingkat kepentingan yang berbeda-beda, mulai dari
kebutuhan yang paling dasar hingga kebutuhan yang paling tinggi
tingkatannya.
b. Mempertimbangkan Perbedaan
Budaya
Pemahaman terhadap perbedaan budaya yang ada bukan saja akan
membantu dalam memuaskan kebutuhan audiens, tetapi juga akan membantu bagaimana
mereka akan memberikan penghormatan. Memberikan persuasi untuk budaya yang
berbeda akan berbeda cara memberikan persuasinya.
c. Memilih Pendekatan
Organisasional
Agar penyampaian pesan persuasif
dapat tempat sasaran dan sesuai dengan apa yang dikehendaki maka perlu
diperhatikan cara penyampaiannya kepada audiens, apakah menggunakan pendekatan
langsung atau tidak langsung.
Penggunaan pendekatan organisasional
baik langsung maupun tidak langsung dalam penyampaian pesan persuasif harus
mampu meyakinkan audiens bahwasannya pesan tersebut dapat dipertanggungjawabkan
dan memiliki alasan.
Persuasi
yang efektif mencakup empat komponen penting, yaitu :
1) Menetapkan kredibilitas
Bagi seorang komunikator tingkat
kredibilitas ditentukan oleh sejaumana tingkat kepercayaan dan reabilitas
dirinya.
2) Membuat kerangka argumentasi
audiens
Kerangka argumentasi dapat dibuat
berdasarkan rencana organisasional AIDA (Attention, Interest, Desire dan
Action).
a.
Attention (Perhatian), meyakinkan audiens dibagian
permulaan bahwa ada sesuatu yang akan disampaikan. Memperkenalkan suatu masalah
atau ide yang membuat audiens mau mendengar pesan-pesan yang akan disampaikan.
b.
Interest (Minat), menjelaskan relavansi pesan-pesan
yang disampaikan dengan audiens. Mengembangkan pernyataan yang telah
disampaikan pada fase pertama secara rinci. Menghubungkan pesan-pesan yang akan
disampaikan dengan manfaat secara spesifik yang dapat dinikmati oleh
audiens.
c.
Desire (Hasrat), mengubah keinginan audiens dengan
menjelaskan bagaimana perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang
lebih baik bagi audiens, dan berusaha untuk mengimplementasikan ide atau
gagasan.
d.
Action (Tindakan), menyarankan tindakan spesifik yang
diinginkan terhadap audiens. Perlu juga dipikirkan bagaimana audiens akan
memperoleh manfaat dari tindakan yang dilakukan, serta menemukan cara agar
tindakan tersebut mudah untuk dilakukan.
3) Memilih Daya Pemikat
Umumnya
pesanpesan persuasif menggunakan daya pemikat dengan logika (logical appeals)
dan daya pemikat emosional (emotional appeals) untuk melakukan persuasi
audiens.
Kedua
pendekatan ini akan memiliki keseimbangan apabila tergantung pada tindkan yang
diharapkan, harapan para audiens, tingkat resistensi yang diatasi, kemampuan
menjual ide atau gagasan tersebut.
a. Pemikat Emosional
Dalam melakukan persuasi audiens,
dapat memanfaatan emosi yang dilandasi dengan suatu argumentasi atau dalam
bentuk simpati kepada audiens sepanjang pemikat emosional bersifat kuat. Dapat
menggunakan kata-kata yang sangat berpengaruh pada emosi seseorang seperti
kebebasan, keberhasilan, nilai, penghargaan, kenyamanan, dan keamanan.
b. Pemikat Logika
Dalam
berbagai hal, penggunaan pendekatan ini dapat dilakukan seperti membuat aduan
(claim) dan memberikan dukungan atas aduan tersebut dengan memberikan alasan
dan bukti-bukti yang ada. Adapun penggunaan pendekatan ini didasari atas
berbagai alasan diantaranya :
· Analogi, adalah menggunakan suatu
alasan dari bukti-bukti spesifik menuju bukti-bukti fisik pula.
· Induksi, adalah memberikan berbagai
alasan dari bukti-bukti spesifik menuju kesimpulan umum.
· Deduksi, Pemberian alasan dari yang
bersifat umum untuk kesimpulan yang khusus.
c. Pertimbangan Etika
Persuasif dapat digunakan untuk
mempengaruhi audiens dengan memberikan informasi dan menambah pemahaman mereka
dalam berbagai hal. Hal yang paling penting dalam pendekatan ini adalah
menunjukkan perhatian yang jujur kepada audiens dengan memenuhi kebutuhan
mereka.
2.2 Korespondensi (surat menyurat)
Korepondensi atau kegiatan surat-menyurat menjadi
bagian dari kehidupan organisasi bisnis sehari-hari. Korespondensi dalam bisnis
memiliki peranan sebagai berikut:
1) Menciptakan
surat yang baik, jelas dan tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan dalam
penulisan surat masih banyak terjadi. Misalnya, susunan kalimat tidak lengkap,
berbelit-belit, tanda baca tidak benar, tata bahasa tidak teratur dan salah
mengadopsi bentuk dan model surat. Kesalahan tersebut disebabkan, yaitu:
a. Tidak
ada pengarahan dan pengendalian mengenai cara menulis surat yang baik, baik di
lingkungan keluarga maupun organisasi.
b. Masyarakat
sendiri terlalu mudah memaafkan kesalahan dalam penulisan surat. Surat yang
semraut bisa menimbulkan kesalahpahaman atau kekacauan yang justru akan
menghalangi arus informasi. Kegiatan korespodensi secara tidak langsung
merupakan proses pembelajaran dalam menciptakan surat yang baik, jelas dan
tepat.
2) Menciptakan
kerja sama yang baik. Perusahaan tidak dapat mencapai tujuan tanpa bekerja sama
dengan pihak lain. Agar bisa bekerja sama dengan baik, perusahaan perlu menjaga
komunikasi dengan baik. Pihak lain akan mendukung terciptanya kerjasama yang
baik.
3) Menyebarkan
kegiatan. Tidak semua orang dalam perusahaan secara otomatis mengetahui
kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan atau kegiatan yang terjadi antara
perusahaan dengan pihak luar. Korespondensi memegang peranan penting dalam
menyebarkan kegiatan perusahaan, baik kepada pihak internal maupun eksternal
perusahaan.
BAB
III
KESIMPULAN
Dalam penulisan kabar atau berita terdapat Nilai Berita (News
Values), unsure berita, jenis-jenis berita, bahas aberita, dan struktur naskah
berita. Dalam wawancara ada pihak yang lebih mencondong memberikan pertanyaan. Ilmu
korespondensi memiliki peran vital dalam kelancaran suatu bisnis. Dengan ilmu
korespondensi yang memadai akan menjamin proses surat-menyurat secara lancar
sehingga perkembangan bisnis dapat melaju cepat dan siap meraup profit secara
maksimal. Dalam menjalankan kegiatan sehari-hari sebuah perusahaan tidak akan
terlepas dari kegiatan surat menyurat. Bahkan boleh dikatakan bahwa kegiatan
surat menyurat ini adalah merupakan urat nadi dari suatu perusahaan. Dari arus
keluar masuk surat ini kita bisa mengukur frekuensi dan intensitas komunikasi
yang berlangsung di suatu perusahaan.
DAFTAR
PUSTAKA
https://nindisabrina.wordpress.com/2014/11/11/makalah-komunikasi-tulisan/
http://tujuan1.blogspot.co.id/2013/11/penulisan-pesan-pesan-persuasif.html
http://rahmadsalehangkat12.blogspot.co.id/2014/11/korespondensi-bisnis.html
