SOFTSKILL KOMUNIKASI BISNIS
PERANAN KOMUNIKASI BISNIS DALAM DUNIA BISNIS
DISUSUN OLEH:
Nama :
Setiana Putri Wulandari
NPM :
1C214761
Kelas :
4EA08
Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan berkomunikasi kita dapat melakukan hal
apa saja termasuk berbisnis. Pada dasarnya komunikasi terbagi menjadi dua macam
yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Dalam dunia bisnis
komunikasi yang digunakan pun sama yaitu komunikasi verbal dan non verbal.
Walaupun bentuk komunikasinya berbeda tapi tujuannya tetap sama yaitu untuk penyampaian
dan pengiriman pesan.
Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar, merupakan
suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara
besar-besaran yang ditujukkan pada konsumen yang tidak dikenalnya.
Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar juga berarti suatu syarat mutlak bagi
setiap pengusaha yang ingin menjamin kelangsungan hidup perusahaannya dan terus
maju berkembang.
Dalam lingkungan bisnis, ada aneka sarana komunikasi
perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan
masyarakat konsumen. Sarana-sarana komunikasi perdagangan yang tersedia antara
lain adalah dalam wujud pengiriman surat, pengiriman kawat, percakapan telepon,
kunjungan pribadi, dan lain-lain. Jenis-jenis sarana komunikasi perdagangan
yang disebutkan tadi hanya sesuai bilamana dipergunakan dalam daerah pemasaran
barang dan jasa yang ruang lingkupnya terbatas.
Untuk berkomunikasi dalam suatu daerah
pemasaran yang sangat luas, dimana calon konsumen kita jumlahnya beribu-ribu
bahkan mungkin mencapai jutaan atau puluhan juta orang, kita memerlukan sarana
komunikasi pemasarn khusus seperti periklanan. Karena periklanan dalam
rangkaian usaha yang dilakukan setiap pengusaha merupakan suatu alat pemasaran
yang bidang geraknya justru terletak dalam bidang komunikasi massa.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas maka didapatkan beberapa rumusan masalah antara lain:
1)
Apa yang dimaksud dengan peranan
komunikasi dalam bisnis?
2)
Apa yang menjadi tujuan dari komunikasi
dalam bisnis?
3)
Bagaimana umpan balik dan bentuk-bentuk umpan
balik?
4)
Apa yang menjadi kesalahpahaman dalam
berkomunikasi?
5)
Bagamana cara dalam memperbaiki
komunikasi dalam organisasi?
1.3 Tujuan
Paper
ini bertujuan untuk:
1)
Memberikan penjelasan mengenai peranan
komunikasi dalam bisnis.
2)
Memberikan penjelasan mengenai tujuan
dari komunikasi dalam bisnis.
3)
Memberikan penjelasan mengenai umpan
balik dan bentuk-bentuk umpan balik.
4)
Memberikan penjelasan mengenai kesalahpahaman
dalam berkomunikasi
5)
Memberikan penjelasan mengenai cara
memperbaiki komunikasi dalam organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Peranan Komunikasi Dalam Bisnis
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi serta gagasan ide yang
dikemukakan oleh seseorang. Sedangkan bisnis adalah suatu kegiatan yang
berhubungan dengan cara bertransaksi. Biasanya bisnis terjadi apabila seseorang
melakukan jual atau beli suatu barang maupun jasa kepada konsumennya. Adapun
tujuan lain dari bisnis yaitu mendapatkan keuntungan atau biasa disebut dengan
laba. Dalam artian lain, bisnis adalah melakukan suatu aktivitas dan pekerjaan
yang menghasilkan keuntungan.
Kemudian yang dimaksud
komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan dan informasi yang memiliki tujuan
tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol
atau sinyal. Bisnis melibatkan pertukaran informasi secara terus-menerus. Lebih
banyak bisnis yang dijalankan makan semakin luas juga komunikasi yang akan
tercipta.
Peran komunikasi dalam
berbisnis sangatlah penting karena komunikasi yang baik dapat menguntungkan
sebuah bisnis yang sedang dilakukan. Terciptanya komunikasi yang baik serta
komunikasi yang efektif akan mendatangkan sebuah keuntungan dalam berbisnis.
Maka seseorang yang dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang lain biasanya
dengan mudah menjalankan bisnis yang dikelolanya. Dengan demikian, bisnis dan
komunikasi berjalan bergandengan tangan.
Komunikasi bisnis
merupakan setiap komunikasi yang dipergunakan untuk berbagai kepentingan
bisnis, seperti untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, atau
untuk mempromosikan satu gagasan, produk, servis, atau pun suatu organisasi.
2.2 Tujuan
Komunikasi Dalam Bisnis
Dalam komunikasi
bisnis, terdapat beberapa tujuan tertentu. Berikut ini adalah beberapa tujuan
komunikasi bisnis yakni:
1)
Meningkatkan goodwill (nama baik)
perusahaan.
2)
Meningkatkan hubungan baik perusahaan
dengan masyarakat.
3)
Meningkatkan fungsi kepemimpinan dalam
perusahaan.
2.3 Umpan
Balik dan Bentuk-bentuknya
2.3.1 Umpan Balik
Dalam
setiap kegiatan komunikasi merupakan kegiatan pengiriman dan penerimaan lambang
ataupun keinginan-keinginan untuk mengubah pendapat orang lain yang merupakan
juga suatu usaha untuk mengadakan hubungan sosial. Pada peristiwa lain, seorang
pimpinan menegur anak buahnya karena berbuat kesalahan sehingga anak buah
tersebut menyesali perbuatannya. Pengarahan dan teguran tersebut disamakan
dengan pesan (message), sedangkan tepuk tangan dinamakan umpan balik. Antara
umpan balik dan pesan terdapat hubungan sebab akibat (causalitas). Pesan
(message) itu dapat berbentuk bermacam-macam seperti pidato, pengarahan,
intruksi, tugas, perintah, analisis, dan lain-lain. Pesan dapat juga berbentuk
tulisan, lisan, gambar-gambar, dan bahkan demontrasi atau penghargaan. Umpan
balik (feed back)-pun dapat berbentuk bermacam-macam seperti hasil (pelaksanaan
suatu tugas), laporan, sikap yang timbul, pertanyaan, reaksi, dan sebagainya.
Sebagaimana pesan maka umpan balik-pun dapat berupa tulisan, lisan, peragaan,
dan sebagainya. Umpan balik yang baik diperlukan syarat-syarat tertentu antara
lain:
1) Umpan balik hendaknya jujur.
Umpan
balik yang tidak jujur bersumber pada kebiasaan untuk menyenangkan orang lain,
keinginan memberi nasihat, keinginan untuk menang dalam argumentasi, malah
lebih buruk lagi apabia ada keinginan untuk mengambil muka, menjilat, dan
menyakiti orang. Umpan balik seperti ini bukan saja berguna tapi merusak.
2)
Umpan
balik hendaklah tentang sesuatu yang khusus dan jelas bukan sesuatu secara umum
dan kabur.
3)
Umpan
balik hendaklah mengenai sesuatu dimana orang yang bersangkutan dapat berbuat
apa-apa. Umpan balik tentang sesuatu di mana orang yang
bersangkutan tidak dapat berbuat apa-apa adalah umpan balik yang tidak berguna
dan malah bisa menimbulkan perasaan mendongkol.
4)
Umpan
balik hendaklah jangan bersifat penilaian. Penilaian yang jujur
sekalipun masih dapat menimbulkan akibat yang buruk, maka sebaiknya umpan balik
seperti itu dihindarkan.
5)
Umpan
balik hendaklah deskriptif, sehingga betul-betul jelas.
Dalam
hal ini memerlukan gambaran apa yang dikehendaki jelas dan terang. Prinsip
deskriptif itu mengajarkan pula bahwa umpan balik hendaknya mengungkapkan juga
yang baik disamping sesuatu yang perlu diperbaiki lagi. Dalam hal ini kita
sering lupa selalu mengungkapkan yang buruk tanpa menyatakan yang baiknya
sehingga jarang sekali melihat titik-titik terang dalam pengembangan seseorang.
6)
Umpan
balik hendaklah bersifat hasil oriented dan bukan person oriented. Dalam
hal ini maka yang diutamakan bukan orangnya tetapi kerjanya.
7)
Umpan
balik hendaklah memperhatikan timing, tidak ada patokan tentang waktu.
2.3.2 Bentuk-bentuk Umpan Balik
Bentuk-bentuk umpan
balik antara lain:
1)
External Feedback
Umpan balik yang
baik diterima langsung oleh komunikator dari komunikan.
2)
Internal Feedback
Umpan
balik yang diterima komunikator bukan dari komunikan akan tetapi datang dari
pesan itu sendiri atau dari komunikator itu sendri.
3)
Direct Feedback
atau Immediate Feedback
Umpan
balik langsung dalam suatu komunikasi, komunikan menggerakkan salah satu
anggota badannya.
4)
Indirect Feedback
atau Delaiged Feedback
Dalam
bentuk surat kepada redaksi surat kabar, penyiar radio, dll. Hal ini umpan
balik membutuhkan waktu.
5)
Inferential
Feedback
Umpan
balik yang diterima dalam komunikasi massa yang disimpulkan sendiri ioleh
komunikator meskipun secara tidak langsung akan tetapi cukup relevan dengan
pesan yang disampaikan.
6)
Zero Feedback
Artinya
bahwa komunikasi yang disampaikan oleh kemunikator kepada komunikan meskipun
komunikan menyampaikan umpan balik tersebut tidak dipahami oleh komunikator.
7)
Neutral Feedback
Umpan
balik yang netral berarti bahwa informasi yang diterima kembali oleh
komunikator tidak relevan dengan pesan yang disampaikan semula.
8)
Positive Feedback
Komunikasi
yang disampaikan oleh komunikator kepada kemunikan mendapat tanggapan positif,
misalnya dengan adanya penerimaan pada pesan yang disampaikan.
9)
Negative Feedback
Komunikasi yang
disampaikan oleh kemunikator mendapat tantangan dari komunikan.
2.4 Kesalahpahaman Dalam Berkomunikasi
1)
Masalah
dalam mengembangkan pesan.
Sumber
masalah potensial dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam memformulasikan
suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat mencakup antara lain
munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang
ada atau masih asing dengan audiens, adanay pertentangan emosional, atau
kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan.
2)
Masalah
dalam menyampaikan pesan.
Komunikasi dapat juaga terganggu karena
munculnya masalah dalam mendapatkan pesan dari pengirim ke penerima. Masalah
dalam penyampaian pesan yang paling jelas adalah faktor fisik. Misalnya, pada
saat menggunakan sound system terdapat sambungan kabel yang kurang baik (antara
tersambung dan tidak, sehingga muncul suatu grak-grek), kualitas suara sound
system yang kurang baik, lampu penerangan tiba-tiba padam, audiens terhalang
oleh pilar (tiang bangunan), dan tidasan surat yang tak terbaca.
3)
Masalah
dalam menerima pesan.
Masalah
yang muncul dalam penerimaan suatu pesan antara lain adanya persaingan antara
penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lampu yang kurang terang,
dan kondisi lain yang dapat mengganggu konsentrasi penerima.
Dalam beberapa kasus, gangguan atau masalah penerimaan pesan dapat muncul berkaitan dengan kesehatan si penerima pesan. Misalnya, pendengaran yang kurang baik, penglihatan yang mulai kabur atau bahkan sakit kepala, juga dapat mengganggu penerima dalam menerima suatu pesan. Meskipun hal tersebut tidak memblok (menghambat) jalur komunikasi secara total, tetapi dapat mengurangi konsentrasi si penerima pesan. Barangkali gangguan yang paling umum terjadi adalah kurangnya konsentrasi selama melakukan komunikasi.
Dalam beberapa kasus, gangguan atau masalah penerimaan pesan dapat muncul berkaitan dengan kesehatan si penerima pesan. Misalnya, pendengaran yang kurang baik, penglihatan yang mulai kabur atau bahkan sakit kepala, juga dapat mengganggu penerima dalam menerima suatu pesan. Meskipun hal tersebut tidak memblok (menghambat) jalur komunikasi secara total, tetapi dapat mengurangi konsentrasi si penerima pesan. Barangkali gangguan yang paling umum terjadi adalah kurangnya konsentrasi selama melakukan komunikasi.
4)
Masalah
dalam menafsirkan pesan.
Meskipun
suatu pesan mungkin hilang selama proses penyampaian pesan terjadi, namun
masalah terbesar adalah pada mata rantai terakhir, di mana suatu pesan
ditafsirkan oleh penerima pesan. Perbedaan latar belakang, perbendaharaan
bahasa, dan pernyataan emosional, dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman
antara pengirim dan penerima pesan.
Seseorang
berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki pengalaman dan harapan yang
serupa, maka apa yang dia katakana secara otomatis cocok dengan kerangka
berfikir dirinya. Bila seseorang menghadapi orang yang memiliki latar belakang
berbeda, apa yang dia katakana mungkin akan ditafsirkan dari sudut pandang yang
berbeda. Masalah dalam memahami pesan-pesan sebenarnya terletak pada bahasa,
yang menggunakan kata-kata sebagai simbol untuk menggambarkan suatu kenyataan.
Suatu hal yang cukup menarik bahwa seseorang mungkin bereaksi secara berbeda terhadap kata yang sama pada keadaan yang berbeda. Suatu pesan yang jelas dan dapat diterima di suatu kondisi, namun dalam situasi yang berbeda suatu kata dapat membingungkan. Hal ini tergantung pada hubungan emosional antara penerima dan pengirim pesan.
Suatu hal yang cukup menarik bahwa seseorang mungkin bereaksi secara berbeda terhadap kata yang sama pada keadaan yang berbeda. Suatu pesan yang jelas dan dapat diterima di suatu kondisi, namun dalam situasi yang berbeda suatu kata dapat membingungkan. Hal ini tergantung pada hubungan emosional antara penerima dan pengirim pesan.
2.5 Memperbaiki
Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi efektif sangat
berpengaruh dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dalam berkomunikasi.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi berbagai rintangan
tersebut, yakni:
1)
Membuat
suatu pesan lebih berhati-hati
Perhatikan
tujuan berkomunikasi dan para penerima pesan. Katakana apa yang dikehendaki
oleh mereka, gunakan bahasa yang jelas, sederhana, mudah dipahami, jelaskan
point-point penting, dan tekankan serta telaah ulang point-point yang penting.
2)
Minimisasi
Gangguan Dalam Proses Komunikasi
Jika suatu pesan
disampaikan secara lisan, perhatikan bagaimana lokasi atau tempat penyampaian
pesan yang nyaman, tenang, akustik/sound system yang baik, tempat duduk yang
teratur, ruangan sejuk, dsb. Jangan samapai ada gangguan disaat penyampaian pesan.
3)
Mempermudah
Upaya Umpan Balik Antara Si Pengirim dan Si Penerima Pesan
Agar
pemberian umpan balik (feed back) tersebut memberikan suatu manfaat yang cukup
berarti, maka kita harus dapat merencanakan bagaimana dan kapan suatu pesan
yang disampaikan kepada penerima.
BAB
III
KESIMPULAN
Peran
komunikasi dalam berbisnis sangatlah penting karena komunikasi yang baik dapat
menguntungkan sebuah bisnis yang sedang dilakukan, seperti untuk; membangun partnerships,
sumber daya intelektual, atau untuk mempromosikan satu gagasan, produk, servis,
atau pun suatu organisasi.
Dalam komunikasi
bisnis, terdapat beberapa tujuan tertentu yakni; meningkatkan goodwill (nama
baik) perusahaan, meningkatkan hubungan baik perusahaan dengan masyarakat, dan
meningkatkan fungsi kepemimpinan dalam perusahaan.
Umpan balik merupakan kegiatan komunikasi
mengenai keinginan-keinginan untuk mengubah pendapat orang lain yang merupakan
juga suatu usaha untuk mengadakan hubungan sosial. Umpan balik hendaknya
bersifat jujur, tentang suatu yang khusus dan jelas, mengenai sesuatu dimana
orang yang bersangkutan dapat berbuat apa-apa, bersifat penilaian, deskriptif, bersifat
hasil oriented dan bukan person oriented, serta memperhatikan timing. Terdapat
9 bentuk umpan balik, diantaranya; External
Feedback, Internal Feedback, Direct Feedback atau Immediate Feedback, Indirect
Feedback atau Delaiged Feedback, Inferential Feedback, Zero Feedback, Neutral
Feedback, Positive Feedback, dan Negative
Feedback.
Kesalahan
dalam komunikasi disebabkan oleh masalah dalam mengembangkan pesan,
menyampaikan pesan, menerima pesan, serta masalah dalam menafsirkan pesan.
Adapun cara memperbaiki komunikasi dalam organisasi yakni dengan membuat suatu
pesan lebih berhati-hati, minimisasi proses gangguan dalam proses komunikasi,
dan mempermudah upaya umpan balik antara si pengirim dan penerima pesan.
DAFTAR
PUSTAKA
https://alhafizhahnisa.wordpress.com/2015/03/17/latar-belakang-dan-peranan-komunikasi-dalam-dunia-bisnis/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar