Senin, 09 Oktober 2017

SOFTSKILL KOMUNIKASI BISNIS
DASAR KOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI BISNIS


DISUSUN OLEH:
Nama            : Setiana Putri Wulandari
NPM             : 1C214761
Kelas             : 4EA08
Mata Kuliah  : Komunikasi Bisnis



BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang


Komunikasi antara manusia satu dengan manusia lainnya menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, komunikasi sangatlah diperlukan. Tidak akan mungkin seorang manusia dapat hidup normal tanpa berkomunikasi.
Pada sebuah organisasi bisnis, komunikasi merupakan sebuah elemen penting yang sangat dibutuhkan. “ Effective Communication Is The Lifeblood Of Every Organization And A Key To Success In Your Business Career As well As in Your Personal Life.(Murphy and Peck, 1980:3). Artinya komunikasi merupakan “darah sebagai sumber kehidupan” bagi setiap organisasi dan merupakan kunci sukses dalam karir bisnis dan kehidupan pribadi seseorang [3].
Kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi sangat diperlukan karena berguna untuk saling bertukar ide/gagasan, memberikan informasi hingga berkoordinasi dalam membuat sebuah keputusan. Bahkan diantara staff-staff dalam suatu organisasi juga diperlukan adanya komunikasi, baik itu dengan pimpinan maupun bawahan. Sedangkan diluar organisasi tersebut, diperlukan juga adanya komunikasi antara staff organisasi dengan konsumen, masyarakat maupun organisasi lainnya.
Komunikasi bisnis merupakan hal yang penting dalam sebuah organisasi. Hal itu digunakan untuk memberikan instruksi kerja, memimpin dan menghadiri rapat, wawancara calon karyawan, presentasi bisnis hingga menyusun laporan bisnis. Tidak hanya komunikasi lisan, bentuk komunikasi tertulis juga sangat diperlukan.
Oleh sebab itu, dengan meningkatkan efektivitas komunikasi bisnis secara tepat maka akan didapatkan beberapa keuntungan diantaranya membawa dampak positif pada keberhasilan usaha bisnis serta mampu menunjang karir para eksekutif dan staff suatu organisasi / perusahaan.

1.2     Rumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang diatas maka didapatkan beberapa rumusan masalah antara lain:
1)   Apa pengertian dan cakupan komunikasi?
2)   Apa unsur-unsur dalam komunikasi?
3)   Bagaimana bentuk dasar dari komunikasi?
4)   Bagaimana bisnis dalam pandangan komunikasi?
1.3     Tujuan
          Paper ini bertujuan untuk:
1)   Memberikan penjelasan mengenai pengertian dan cakupan komunikasi.
2)   Memberikan penjelasan mengenai unsure-unsur dalam komunikasi.
3)   Memberikan penjelasan mengenai bentuk dasar dari komunikasi.
4)   Memberikan penjelasan mengenai bisnis dalam pandangan komunikasi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1     Pengertian dan Cakupan Komunikasi
2.1.1  Pengertian Bisnis
          Secara umum pengertian komunikasi adalah proses pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) pesan atau berita (informasi) antara dua individu atau lebih dengan cara yang efektif sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan pengertian komunikasi menurut para ahli, yakni sebagai berikut:
Menurut Mr. Carl I. Hovland bahwa pengertian komunikasi sebagai proses komunikator memberikan stimulan yang umumnya terdiri atas lambang lambang bahasa (verbal atau non-verbal) sehingga terjadinya perubahan tingkah laku penerima/orang lain. Komunikasi juga diaggap sebagai salah satu bentuk seni, yaitu seni (art) dalam menyampaikan (to express) informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain (Mr. Edwin Emergy). Sedangkan (Mr. Theodorson) memperlebar pengertian komunikasi kepada wilayah ide dan emosi yaitu penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari satu individu kepada individu lain terutama melalui simbol simbol.
Jadi, komunikasi adalah salah satu bentuk seni dalam proses komunikator atau proses menyampaikan informasi kepada orang lain dengan maksud bahwa proses tersebut bertujuan untuk pesan yang dimaksud dapat dipahami.

2.1.2 Cakupan Komunikasi
Ada lima komponen yang penting untuk diperhatikan dalam proses komunikasi, yaitu:
1)   Pengirim pesan (sender atau komunikator)
2)   Pesan yang dikirimkan (message)
3)   Bagaimana pesan tersebut disampaikan (delivery channel atau media)
4)   Penerima pesan (receiver atau komunikan)
5)   Umpan balik (feedback) atau effect.
Kelima komponen penting yang harus diperhatikan dalam proses komunikasi diatas tidak hanya berlaku untuk komunikasi bisnis, tetapi dalam dunia pendidikan kelima komponen tersebut juga penting untuk diperhatikan. Hal itu diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan belajar yang diharapkan melalui komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran banyak ditentukan oleh keaktifan selama proses belajar berlangsung yaitu adanya bentuk komunikasi dalam bentuk timbal balik berupa pertanyaan dan jawaban pertanyaan dari sebuah proses belajar mengenai topik tertentu yang dibahas dalam proses belajar tersebut.
2.2     Unsur-unsur Dalam Komunikasi
Terdapat beberapa unsur komunikasi, antara lainnya adalah :
1)   Komunikator
Komunikator merupakan pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator adalah seseorang atau sekelompok orang yang memiliki inisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan atau interaksi.
Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja. Akan tetapi juga memberikan sebuah respon atau tanggapan dan menjawab dari proses komunikasi yang sedang berlangsung. Baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
2)   Pesan atau Informasi
Pesan atau informasi merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan bisa berupa sebuah kata-kata, tulisan, gambaran, atau sebuah perantara lainnya.
Pesan ini mempunyai inti, yaitu mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain. Inti pesan akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi tersebut.
3)   Sarana Komunikasi atau Channel
Sarana komunikasi atau channel dapat disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam sebuah proses komunikasi.
Pemilihan sarana atau media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.
4)   Komunikan atau Receiver
Komunikan adalah sebutan bagi orang yang menerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan dapat terdiri dari satu roang atau lebih dan bisa pula dalam bentuk kelompok.
Dalam sebuah proses komunikasi, komunikasi merupakan elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk bisa mengerti pesan yang disampaikan dengan baik dan benar.
5)   Umpan Balik atau Feedback
Umpan balik bisa diartikan sebagai jawaban komunikan atas pesan yang diberikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan akan terus menerus bertukar peran.
6)   Dampak atau Effect
Dampak adalah efek perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Apabila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan, maka komunikator telah berhasil dengan baik. Dampak atau effect sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion, ataupun majority opinion.
Namun semua itu mengarah kepada perubahan yang terjadi pada komunikan setelah menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator.
2.3     Bentuk Dasar dari Komunikasi
Komunikasi dapat terjadi dalam beberapa bentuk. Misalnya, komunikasi tatap muka, telepon, telegram, dll. Komunikasi terbagi menjadi 2 Jenis, yaitu:
1)   Komunikasi Verbal
Komunikasi Verbal adalah komunikasi dalam bentuk percakapan atau tertulis. Setiap orang dalam suatu komunitas berkomunikasi secara verbal dalam menyampaikan pesan atau informasi. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata untuk menyatakan ide. Gaya dalam berlomunikasi disesuaikan dengan situasi, dan lawan komunikasi. Penggunaan gaya bicara sangat berpengaruh terhadap minat lawan komunikasi. Mengungkapkan pesan verbal diperlukan keterampilan menggunakan kata-kata sederhana dan dapat dipahami oleh lawan komunikasi.
Berbicara dan mendengarkan merupakan bentuk komunikasi yang paling sering dilakukan. Hal ini menjadikan orang lebih memilih berbicara daripada menulis dalam berkomunikasi. Dengan komunikasi lisan orang dapat langsungmendapat umpan balik, sedangkan pada komunikasi tertulis orang harus menyusun pesan, menulis , mengirim, dan menunggu tanggapan sebagai umpan balik. 
2)   Komunikasi Nonverbal
     Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya, yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill, 2003:4). Komunikasi nonvebal sering juga disebut sebagai bahasa diam (silent language). ahli antropologi mengatakan bahwa sebelum adanya komunikasi verbal, masyarakat berkomunikasi nonverbal melalui gerakan tubuh (body language).
Komunikasi nonverbal sangatlah kompleks. Dimana, kita mengekspresikan apa yang ingin kita sampaikan melalui gerakan tubuh. Maka dari itu, sebagai seorang komunikator untuk memahami komunikasi nonverbal, kita harus memahami seluk beluk sosial budaya nya terlebih dahulu. Karena, komunikasi baru akan terjadi secara efektif jika kita mempunyai kesamaan makna dengan komunikan.
2.4     Bisnis Dalam Pandangan Komunikasi
Jika melihat bisnis dan komunikasi sebagai sama-sama suatu proses sosial, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa komunikasi adalah bisnis dan sebaliknya, bisnis adalah komunikasi. Artinya, pada tingkatan gejala [fenomena], antara komunikasi dan bisnis merupakan gejala yang terintegrasi. Tidak dapat dipisah-pisahkan.
Bisnis dan komunikasi sama-sama memulai kegiatannya dengan melakukan proses produksi. Lebih jelasnya bisa dijelaskan sebagai berikut:
1)   Dalam komunikasi, yang diproduksi dinamakan informasi; sedangkan dalam bisnis, yang diproduksi adalah barang dan jasa. Dalam konteks tertentu, informasi juga termasuk barang dan jasa. Misalnya : informasi lewat surat kabar, majalah, televisi, dll. 
2)   Kemudian, bisnis dan komunikasi menyampaikan produk tsb kepada pihak lain. Dalam komunikasi, pihak lain bisa disebut communicator, audience, destination, dst. Sementara dalam kegiatan bisnis pihak lain sering disebut konsumen, klien, buyer, dst. 
3)   Komunikasi dan bisnis sama-sama menimbulkan reaksi tertentu dan mempunyai hambatan-hambatan yang spesifik. 
Dengan cara berpikir di atas, kita akan berusaha menjelajahi kajian-kajian yang relevan tentang hubungan bisnis dengan komunikasi. Ada tiga kajian yang dapat ditelaah:
1)   Kajian tentang kegiatan bisnis dari perspektif komunikasi. Bagaimana sudut pandangan komunikasi menerangkan gejala bisnis.
2)   Kajian tentang kegiatan komunikasi dari perspektif bisnis. Bagaimana sudut pandang bisnis dalam menerangkan kegiatan komunikasi. Atau, secara sederhana, komunikasi sebagai bisnis.
3)   Kajian tentang faktor-faktor eksternal dari keduanya yang turut terlibat dalam proses komunikasi maupun bisnis.
BAB III
KESIMPULAN
Komunikasi dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk seni dalam proses komunikator atau proses menyampaikan informasi kepada orang lain dengan maksud bahwa proses tersebut bertujuan untuk pesan yang dimaksud dapat dipahami. Terdapat 5 komponen penting pada cakupan komunikasi, dimana komponen penting ini harus diperhatikan dalam proses komunikasi.
Dalam komunikasi terdapat 6 unsur, diantaranya; komunikator, pesan, sarana komunikasi, komunikan, umpan balik, dampak. Bentuk-bentuk Komunikasi ada 2 yakni : Komunikasi Verbal yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kepada pihak lain melalui lisan maupun tulisan. Dan Komunikasi Non Verbal yang digunakan dalam menyampaikan pesan dengan menggunakan bahasa/gerak tubuh.
Jika melihat bisnis dan komunikasi sebagai sama-sama suatu proses sosial, pada tingkatan gejala [fenomena], antara komunikasi dan bisnis merupakan gejala yang terintegrasi. Tidak dapat dipisah-pisahkan. Terdapat tiga kajian yang dapat ditelaah, diantaranya; Kajian tentang kegiatan bisnis dari perspektif komunikasi, Kajian tentang kegiatan komunikasi dari perspektif bisnis, Kajian tentang faktor-faktor eksternal dari keduanya.

DAFTAR PUSTAKA
https://sisirpatah.wordpress.com/2015/07/29/makalah-komunikasi-bisnis/
http://hariannetral.com/2014/11/definisi-dan-pengertian-komunikasi-apa-itu-komunikasi.html
http://sahabatnesia.com/unsur-unsur-komunikasi/
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar