SOFTSKILL KOMUNIKASI
BISNIS
TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM KOMUNIKASI BISNIS
DISUSUN OLEH:
Nama :
Setiana Putri Wulandari
NPM :
1C214761
Kelas :
4EA08
Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini teknologi mengalami perkembangan yang
sangat pesat dimana perkembangan tidak dapat dihindari. Perkembangan teknologi
informasi ini, tidak hanya dapat membantu cara hidup kita menjadi lebih modern
dalam kehidupan sehari-hari, dunia bisnis-pun ikut terbantu dengan adanya
perkembangan teknologi saat ini. Berbagai hal yang dulu dapat memakan biaya
yang besar dan waktu yang lama, kini dapat diselesaikan dalam waktu yang
singkat bahkan dalam hitungan detik. Bahkan pekerjaan yang dulu dapat
melibatkan 10 orang, kini dapat hanya dikerjakan oleh 1 orang.
Teknologi informasi menjelaskan
teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan dan
mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan
komunikasi kecepatan berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh
dari teknologi informasi bukan hanya berupa computer pribadi, tetapi juga
telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern
(misalnya ponsel). Perkembangan alat-alat atau tools tersebut sangatlah
mendukung kegiatan bisnis yang akan dilakukan akan tetapi itu akan memakan
biaya investasi yang tidak kecil, disamping itu juga perkembangan teknologi
harus dapat didukung oleh sarana dan prasarana atau infrastruktur dari daerah
atau tempat dimana perusahaan atau unit bisnis akan melakukan kegiatan bisnis
mereka.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas maka didapatkan beberapa rumusan masalah antara lain:
1) Apakah
keuntungan menguasai teknologi informasi?
2) Bagaimana
pemanfaatan teknologi informasi dalam komunikasi bisnis?
3) Apa
pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dalam pengambilan keputusan bisnis?
1.3 Tujuan
Paper ini
bertujuan untuk:
1) Memberikan
penjelasan mengenai keuntungan menguasai teknologi informasi.
2)
Memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan
teknologi informasi dalam komunikasi bisnis.
3)
Memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan
teknologi informasi dalam pengambilan keputusan bisnis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Keuntungan Menguasai Teknologi Informasi
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sudah semakin mutakhir, tentunya ini
sangat berguna bagi kehidupan manusia. Dengan keuntungan ini, akan memudahkan
manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Kemajuan
yang telah dicapai tersebut tentu membawa dampak positif. Dibawah ini akan
dipaparkan keuntungan dari Penggunaan Teknologi dan Komunikasi (TIK) dalam
berbagai bidang diantaranya bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan juga
pemerintahan:
A. Bidang Sosial
Dalam bidang ini kemajuan teknologi
komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara satu tempat dan
tempat lain dengan menggunakan berbagai media seperti internet.
B. Bidang Pendidikan
1. Informasi yang dibutuhkan akan
semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin
berkembang sebagai contoh dengan adanya e-learning yang semakin memudahkan
proses pendidikan.
3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan
berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis Teleconference yang tidak
mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4. Sistem administrasi pada sebuah
lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
C. Bidang Ekonomi
1. Semakain maraknya penggunaan TIK
akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
2. Bisnis yang berbasis TIK atau yang
biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-transaksi bisnis suatu
perusahaan atau perorangan.
3. Dengan fasilitas pemasangan iklan di
internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan
pemasaran suatu produk.
D. Bidang Pemerintahan
1. Teknologi Informasi dan komunikasi
yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-goverment membuat
masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program
yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
2. E-goverment juga dapat mendukung
pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi
antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
3. Masyarakat dapat memberi masukan
mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sehingga dapat
memperbaiki kinerja pemerintah.
2.2 Pemanfaatan
Teknologi Informasi Dalam Komunikasi Bisnis
Bagi dunia
bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring
listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Apa yang dulunya merupakan
biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif.
Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari
pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan
kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana
perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis
berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective, leluasa,
aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal
tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal,
perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri
jejaring privat.
Perusahaan
multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan
sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk
tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan
jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi
pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk
menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini,
perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi
TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain
perusahaan-perusahaan layanan finansial.
Pada ruang
lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran
teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang
dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan
mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan,
mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis
teknologi informasi.
1.
Komunikasi
Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
2.
Telepon Sebagai media Komunikasi
Bisnis
3.
Internet sebagai salah satu media
Komunikasi Bisnis
4.
E-Commerce dalam Komunikasi Bisnis
Sistem E-commerce
dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu :
a. Electronic
Markets (EMs), yaitu sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan
fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi
tentang harga dan produk yang ditawarkan.
b. Elektronic
Data Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data
transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara
organisasi-organisasi komersial.
c. Internet
Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan
komunikasi untuk aktivitas perdagangan.
5. Peran
IT dalam Bisnis
Teknologi
informasi saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Masyarakat
mengenal dan merasakan langsung manfaat dari perkembangan teknologi informasi
pada kehidupannya. Bisnis adalah salah satu bagian hidup masyarakat yang sangat
terpengaruh perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi menjadi sangat
penting dan berpengaruh terhadap perkembangan suatu industri dalam bisnis.
Contoh dari teknologi informasi yang sangat memperngaruhi bisnis adalah
penggunaan internet, komputer, telekomunikasi, satelit, dsb. Teknologi
informasi membuat pekerja dalam suatu industri dapat berkomunikasi dan
menyelesaikan pekerjaanya tanpa harus bertatap muka sehingga perusahaan dapat
mencapai hasil yang produktif dangan cara yang lebih efisien. Dalam
perkembangan dunia bisnis saat ini, perusahaan dapat tertinggal dari pesaingnya
apabila tidak menguasai atau menerapkan teknologi informasi dalam industrinya.
Perusahaan
harus mengeluarkan modal yang tidak kecil untuk menerapkan teknologi informasi
di perusahaannya. Tetapi karena saat ini penggunaan teknologi informasi dapat
menjadi salah satu parameterkeunggulan suatu perusahaan, harga yang dibayar
tersebut memilikiopportunity cost yang sebanding. Namun bagi sebagian
perusahaan menganggap bahwa penggunaan teknologi informasi terhadap
perkembangan bisnis suatu perusahaan itu tidaklah penting, melainkan manajemennya
yang harus dibenahi. Teknologi informasi juga dapat digunakan untuk membantu
kinerja perusahaan dalam meningkatkan kecepatan integrasi pengetahuan dan
aplikasinya dengan mengumpulkan atau mengotomatiskan kegiatan-kegiatan rutin
organisasi, sehingga meringankan kerja para karyawan. Maka, seiring dengan
bertambahnya nilai perusahaan, perusahaan menggunakan teknologi informasi baik
internet, seperti email, dan papan buletin elektronik, intranets, database,
sistem manajemen data elektronik dan juga sistem manajemen pengetahuan untuk
meningkatkan sharingpengetahuan di antara para karyawannya.
Pada
beberapa perusahaan, segala informasi dan pengetahuan dikodifikasi dan
dikumpulkan dalam database sehingga mudah diakses dan digunakan oleh siapapun
di dalam perusahaan.Dalam bagian
pergudangan dan produksi, teknologi informasi dapat digunakan untuk mengontrol
jumlah barang yang dihasilkan dan jumlah barang yang keluar, sehingga ddata
yang ada dapat lebih mudah diakses dan teliti.
Dalam
bidang pemasaran teknologi informasi ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan
pemasaran. Kegiatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi informasi seperti
promosi produk via internet, penjualan barang secara online, dan penyedia
jasacustomer serviceonline. Contohnya adalah perusahaan Amazon yang menjual
buku dengan pemesanan online. Perusahaan ini menggunakan aplikasi
Costumerrelationship management(CRM), sehingga perusahaan ini memiliki
keunggulan kompetitif dari pesaingnya. Aplikasi tersebut dapat menbantu
mengelola hubungan perusahaan dengan pelanggannya, sehingga perusahaan tersebut
lebih kompetitif dibanding pesaingnya. Hal ini akhirnya berpengaruh pada
kinerja perusahaan yang lebih efektif dan efisien. Di Indonesia saat ini sudah
banyak situs-situs yang menjual barangnya secara online dan menyediakan
costumer servicesecara online pula. Umumnya perusahaan yang berkembang dan
memfokuskan diri pada pelanggan akan lebih peka terhadap perubahan teknologi
informasi.
Dalam
bidang manajemen karyawan, teknologi informasi mempermudah manajer untuk
mencari informasi tentang karyawannya. Pemberian gaji karyawan juga lebih mudah
karena bisa langsung dikirim lewat rekening. Manager dapat mengadakan pertemuan
atau rapat sewaktu-waktu tanpa harus bertemu secara langsung contohnya dengan
video converence. Pengiriman proposal atau tugas dari karyawan ke manajer
menjadi lebih mudah dengan memanfaatkan email sebagai sarana pengirim pesan.
Manajemen keuangan juga menjadi lebih mudah untuk dikontrol. Dengan menggunakan
software untuk keuangan dan akuntansi pencatatan arus keluar masuk uang lebih
mudah terkontrol dan mudah untuk di akses serta lebih efisien. Pencatatan
keuangan juga lebih praktis karena tidak membutuhkan buku untuk pencatatan
secara manual.
Tidak salah
lagi jika pada saat ini peran perkembangan teknologi informasi tidak dapat
dipisahkan dari dunia bisnis. Perkembangan teknologi informasi dapat memberikan
berbagai kemudahan dalam menjalankan aktivitas bisnis. Namun selain memberikan
kemudahan, teknologi informasi dapat disalah gunakan untuk hal yang kurang
baik. Oleh karena itu dalam penggunaannya harus dilakukan secara bijak tanpa
harus merugikan orang lain.
2.3 Pengaruh
Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
Membuat
keputusan (decision making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu
dari beberapa alternatif yang ada. Jadi, membuat keputusan adalah suatu proses
memilih antara berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan. Semakin
berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan diri
yang akan semakin berorientasi pula pada suatu tindakan. Jika seorang wirausaha
mampu mengambil suatu keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal,
mungkin ia mampu mengambil suatu keputusan yang menguntungkan sehingga
sewaktu-waktu muncul peluang-peluang bisnis.
Di sini
seorang Wirausaha harus cepat mengambil suatu keputusan agar dapat menggunakan
kesempatan sebaik-baiknya. Wirausaha yang ingin maju dalam bisnisnya, harus
dapat memutar akal dengan mengandalkan intuisi, ide-ide yang penuh kreatif dan
inovatif. Mereka juga harus memandang persoalan dalam konteks yang lebih luas,
sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat
jangka panjang atas operasi bisnisnya. Seorang wirausaha diharapkan lebih aktif
dalam dan lebih kreatif, karena ia harus membuat keputusan (decision making)
tanpa bantuan data-data kuantitatif (data berbentuk angka-angka) atau
dukungan staf yang berpengalaman.
Keberhasilan
seorang Wirausaha di dalam bisnis, tergantung pada kemampuan membuat keputusan
yang meningkatkan keuntungan bisnisnya pada masa yang akan datang. Kemampuan
membuat keputusan dapat diperoleh dari pengalamannya selama bertahun-tahun.
Akan tetapi, dalam prakteknya pasti ada saja kesalahan-kesalahan, yang harus
cepat disadari dan diambil tindakan pembetulannya.
Dalam
perusahaan besar, biasanya pembuatan dan pengambilan keputusan itu didasarkan
atas dasar data-data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei,
laporan usaha, dan sebagainya. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan
cara yang sudah ditentukan, sesuai dengan teknik-teknik pemecahan masalah.
Adapun pedoman untuk membuat keputusan, kuncinya adalah
sebagai berikut:
1. Terlebih dahulu, tentukan
fakta-fakta dari persoalan yang sudah dikenal.
2. Identifikasi, bidang manakah dari
persoalan-persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta. Di bidang yang dikenal
inilah, seorang Wirausaha harus menggunakan logika, penalaran, dan institusinya
untuk membuat keputusan.
3. Keberanian dan antusiasme sangat
diperlukan dalam menerapkan sebuah keputusan
4. Bersedia untuk mengambil tindakan
agresif dalam menerapkan sebuah keputusan.
5. Ambillah risiko yang sedang-sedang
saja jika terdapat ketidakpastian yang besar
6. Dalam keadaan tertentu, mungkin
lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau.
7. Jauhilah keputusan-keputusan yang
akan mengubah secara drastis susunan organisasi yang sekarang.
8. Keputusan perlu diuji cobakan
dahulu.
Seorang
Wirausaha harus memulai menerapkan keputusan, semua keragu-raguan dan
ketidakpastian haruslah dibuang jauh-jauh. Jika anda dihadapkan pada alternatif
harus memilih, maka buatlah pertimbangan-pertimbangan yang matang. Kumpulkan
berbagai informasi dan boleh meminta pendapat orang lain. Setelah itu, ambil
keputusan dan jangan ragu-ragu. Dengan berbagai alternatif yang ada dalam
pikiran, para Wirausaha akan dapat mengambil keputusan yang terbaik. Banyak
factor yang dapat mempengaruhi pembuatan keputusan (decision making),
diantaranya motivasi, persepsi, dan proses belajar.
Dalam
proses pembuatan keputusan, kenyatannya ada Wirausaha yang mampu mengambil
keputusan berdasarkan pengalaman, dan ada pula Wirausaha yang berperilaku
membuat keputusan secara otomatis. Jika keputusan diambil berdasarkan pada
pengalaman masa lalu, hendaknnya tergantung juga pada tempat, waktu, pendidikan
Wirausaha, dan sebagainya.
·
Seorang
Wirausaha yang kreatif adalah yang pandai mengambil keputusan- keputusan yang
tepat dalam bisnisnya.
·
Seorang
Wirausaha suksesnya tergantung pada kemampuan mengambil keputusan yang
meningkatkan kemampuan meningkatkan laba bisnis pada masa mendatang.
·
Seorang
wirausaha yang ingin maju sangat tergantung pada ekspentasi masa depan dan
keberlanjutan bisnisnya.
Faktor dan pertimbangan membuat keputusan
Dalam
mengelola bisnisnya, para worausaha harus membuatkeputusan akhir dengan
memperhatikan faktor-faktor dan pertimbangan berikut:
·
Ukuran
dan kompleksitas bisnis.
·
Harapan
mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis.
·
Fasilitas
jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi sistem.
·
Kualitas
dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis system dan fasilitas
latihan yang tersedia.
·
Jumlah
transaksi yang harus diproses.
·
Faktor-faktor
keuangan.
BAB
III
KESIMPULAN
Keuntungan
dari Penggunaan Teknologi dan Komunikasi (TIK) dalam berbagai bidang diantaranya
bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan juga pemerintahan.
Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik,
mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan
kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana
perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Perkembangan teknologi
informasi dapat memberikan berbagai kemudahan dalam menjalankan aktivitas
bisnis. Namun selain memberikan kemudahan, teknologi informasi dapat disalah gunakan
untuk hal yang kurang baik. Oleh karena itu dalam penggunaannya harus dilakukan
secara bijak tanpa harus merugikan orang lain.
Keberhasilan seorang Wirausaha di dalam bisnis, tergantung
pada kemampuan membuat keputusan yang meningkatkan keuntungan bisnisnya pada
masa yang akan datang. Kemampuan membuat keputusan dapat diperoleh dari
pengalamannya selama bertahun-tahun. Banyak factor yang dapat mempengaruhi
pembuatan keputusan (decision making), diantaranya motivasi, persepsi, dan
proses belajar.
DAFTAR
PUSTAKA
https://fahrizal560.wordpress.com/2012/12/20/keuntungan-menguasai-teknologi-informasi/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar